Jakarta, 6 April 2010,- Pada tanggal 6 April 2010, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) telah
menandatangani perjanjian kredit investasi senilai USD 37 juta (Rp 344 miliar) dengan
PT Bank Permata Tbk (Permata) untuk mendukung pendanaan pembangunan pabrik
Amonium Nitrat (AN) dengan kapasitas produksi sebesar 100.000 metrik ton per tahun.
Dengan penambahan kapasitas pabrik AN sebesar 100.000 metrik ton per tahun ini
akan meningkatkan kapasitas pabrik MNK sehingga menjadi 137.000 metrik ton per
tahun. Pinjaman dari Permata tersebut merupakan sebagian dari sumber pendanaan
pabrik AN dengan nilai investasi kurang lebih US$ 58 juta, dimana sisanya didanai dari
kas internal MNK dan setoran modal dari para pemegang saham.
Fasilitas pinjaman investasi diberikan dengan jangka waktu 4 tahun termasuk 15 bulan
masa tenggang (grace period). Jumlah pendanaan yang begitu besar ini merupakan
bukti tingkat kepercayaan yang tinggi dan dukungan penuh yang diberikan oleh
perbankan nasional demi kesuksesan program untuk menggunakan produksi AN dalam
negeri, sehingga akan dapat menghemat devisa negara.
Pabrik AN Baru dan Pasar AN di Indonesia
Pembangunan pabrik AN baru ini sudah mulai dilakukan pada tahun 2009, dimana pada
tanggal 28 Oktober 2009 telah dilakukan pemasangan tiang pancang pertama dan
sampai akhir Desember 2009 pembangunan telah berhasil mencapai 22% dari target
penyelesaian. Pabrik AN baru ini diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial
pada awal kuartal II 2011.
Perusahaan memproyeksikan keuntungan akan meningkat secara signifikan dengan
beroperasinya pabrik AN baru ini, dimana keuntungan marjin dari produksi pabrik jauh
lebih tinggi daripada keuntungan marjin dari penjualan produk impor. Meskipun pabrik
MNK memproduksi hanya 18% dari total penjualan AN, namun memberikan kontribusi
signifikan sebesar hampir 60% terhadap laba kotor. Hal ini menjadikan salah satu
pertimbangan dari perusahaan untuk secepatnya meningkatkan kapasitas produksi
menjadi 137.000 ton per tahun.
Volume penjualan AN tertinggi MNK dicapai pada tahun 2009, yang mencapai 194.262
MT dan saat ini MNK adalah pemimpin pangsa pasar di industri ini. Pada tahun 2010,
kebutuhan AN di Indonesia diperkirakan akan mencapai 430.000 MT dan konsumsi AN
dalam negeri diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya, sejalan
dengan peningkatan produksi tambang batubara , emas dan mineral lainnya. Sehingga,
dengan pembangunan pabrik AN baru ini, paling tidak akan mengurangi ketergantungan
atas impor AN, yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Sekilas tentang MNK dan Produk AN
MNK merupakan perusahaan yang dimiliki mayoritas oleh PT Ancora Indonesia
Resources Tbk sebanyak 50%, sedangkan kepemilikan PT Pupuk Kujang dan Yayasan
Dana Abadi Karya Bakti (DAKAB) masing-masing sebanyak 25%.
MNK merupakan produsen tunggal AN di Indonesia. AN dipasarkan ke perusahaan
tambang dan kontraktor tambang, yang fungsinya digunakan sebagai salah satu bahan
baku beserta unsur lainnya seperti fuel oil untuk membuka lahan tambang. Selain
sebagai produsen AN, MNK juga bergerak dalam usaha perdagangan AN, aksesoris dan
jasa peledakan. Untuk memenuhi konsumsi AN di Indonesia, selain dari produksi sendiri,
MNK juga melakukan impor AN. Pabrik AN saat ini dan pabrik AN baru, berlokasi di
Kawasan Industri Kujang Cikampek, Jawa Barat di atas lahan seluas 5 hektar.
|