JAKARTA - PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) segera masuk bisnis pertambangan batubara lewat, pertumbuhan anorganik. Demi memuluskan rencana itu, OKAS akan menerbitkan saham baru atau rights issue di akhir kuartal kedua 2011.
OKAS menunjuk Sucorinvest Central Gani sebagai penjamin emisi rights issue. "Kami akan rights issue senilai USS 15 juta," kata Aulia Omar. Direktur OKAS kepada KONTAN, Rabu (26/1).
Ancora Energy selaku sister company OKAS akan bertindak sebagai pembeli siaga rights issue bersama Ancora Resources yang merupakan induk OKAS.
OKAS mengincar PT Raja Kutai Baru Makmur, sebuah perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di Kalimantan Timur. Saat ini Ancora Energy menguasai 58% saham Raja Kutai.
OKAS akan menggunakan USS 12 juta atau 80% dana rights issue untuk mengakuisisi 30.6% saham Raja Kutai. Sisanya 20% dana rights issue akan digunakan untuk operasional perusahaan.
Sebagai catatan, Raja Kutai memiliki izin usaha pertambangan di atas lahan seluas 8.500 hektare (ha). Hanya saja, sampai kini area yang baru dieksplorasi seluas 550 ha. Batubara dari pertambangan ini memiliki kalori 5.000- 5.500 kkal/kg. Ini termasuk batubara berkategori low range coal.
OKAS tertarik dengan Raja Kutai lantaran perusahaan ini telah beroperasi dengan penjualan berkisar 30.000 50.000 ton per bulan. Harga jual batu-bara Raja Kutai berkisar di harga US$ 31-US$ 36 per ton sampai proses terima diatas tongkang atau Freight on Board (FOB).
Pembeli terbesar batubara RKBM adalah perusahaan asal India yang memiliki banyak pembangkit listrik di negara asalnya. "Selain itu, ada lagi perusahaan trader dari India dan Indonesia." beber Dharma Djojonegoro, Direktur Utama OKAS, belum lama ini.
Dengan menguasai saham Raja Kutai, OKAS menargetkan kapasitas produksi batubaranya mencapai 100.000- 150.000 ton per bulan. Khusus untuk Raja Kutai, OKAS mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 5 juta hingga US$ 10 juta.
Secara total OKAS menyiapkan dana belanja modal tahun ini senilai US$ 25 juta. Dari jumlah itu, OKAS akan mengucurkan US$ 20 juta untuk merampungkan pembangunan pabrik anak usahanya, yakni PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) yang kedua. Pembangunan pabrik MNK-2 di prediksi selesai Juni 2011.
OKAS menargetkan produksi amonium nitrat hingga akhir tahun ini mencapai 85.000-90.000 ton dan akan meningkat menjadi 140.000 ton di akhir 2012.
Manajemen OKAS memproyeksikan pendapatan tahun ini Rp 1,7 triliun, naik 25% dari estimasi pendapatan 2010 senilai Rp 1,36 triliun. Harga saham OKAS kemarin ditutup melorot 1,59% menjadi Rp 310 per saham.
|