JAKARTA - PT Ancora Indonesia Resources 10k
(OKAS) menargetkan pendapatan tahun depan
melonjak 15-25%menjadi Rp 1,55-1,7triliun. Peningkatan
pendapatan ditopang meningkatnya produksi PT Multi
Nitrotama Kimia (MNK), anak usaha Ancora, dan
akuisisi PT Raja Kutai Baru Makmur (RKBM).
"Produksi amonium nitrat MNK ditargetkan
meningkat menjadi 85 ribu hingga 90 ribu ton pada
2011. Selanjutnya, produksi ditlrgetkan mencapai 140
ribu ton pada 2014," ujar Chief Executive Officer(CEO)
Dharma Djojonegoro di Jakarta, Senin (13/12).
Dharma menerangkan, produksi amonium nitrat
MNK meningkat, seiring beroperasinya pabrik MNK-2
pada Juni 2011. Amonium nitrat digunakan sebagai
bahan baku peledak.
Sedangkan terkait akuisisi RKBM, Ancora telah
menandatangani perjanjian pengikat jual bell saham
RKBM antara PT Ancora Energy (AE) dengan PT
Ancora Indonesia Resources Tbk. Ancora membeli 50,6%
saham milik AE pada RKBM seharga Rp 100-210 millar.
Sumber pembiayaan berasal kas internal dan ekstemal.
Dia melanjutkan, peningkatan pendapatan akan
dibarengi dengan lonjakan EBITDA. EBITDA juga
diharapkan tumbuh 50-80%menjadi Rp 250-300 miliar.
Tahun ini Ancora menargetkan pendapatan mencapai
Rp 1,36 triliun, meningkat 3% dibanding 2009 Rp 1,32
triliun. Adapun EBITDA ditargetkan naik 13% menjadi
Rp167 miliar dari tahun Ialu Rp 147,7 miliar. Sedangkan
laba bersih ditargetkan naik menjadi Rp 20,46 miliar,
naik 10%dibanding tahun Ialu Rp 18,6 miliar.
"Ancora menganggarkan capex US$ 20-30 juta
tahun depan. Sedangkan capex RKBM diprediksi
sekitar US$ 5-10 juta. Sejak awal 2010, RKBM telah
memproduksi batubara sekitar 30-40 ribu ton per
bulan dan pada tahun depan kami menargetkan dapat
meningkat menjadi 100-150 ribu ton per bulan," ujar
CEO Ancora.
|